Sebuah senja tumbuh dari ufuk barat menyambut malam bercahaya
Kita masih terbaring tanpa tersadar menatap tatapan tantangan
Meski lainnya telah bangkit menyambut,
Tetapi kita takkan kalah untuk berlari dan terus berlari
Bintang demi bintang, kita tangkap dengan peluh menetes
Suara merdu beralir mengaliri semangat raga dan jiwa
Sebuah kata-kata dan hiasan hati buat kita tesenyum
Tak ada permusuhan, hanya sebuah prasasti persahabatan
Terukir kekompakan diatas kertas putih tanda seperjuangan
Rintik hujan dan terik matahari buat semangat berkobar
Kibarkan bendera di atas awan, kita kan selalu bersama
Ketika telur sudah diujung tanduk
Tak ada tempat bagi kita untuk mundur
Tak ada kata menyerah tuk setitik kekalahan
Dan semua berakhir sempurna...
Teknik transmisi data yang ada pada GSM sekarang ini bersifat membatasi
pertumbuhan komunikasi data bergerak, hal ini dikarenakan kanal radionya yang
bersifat tunggal dan berkecepatan rendah, senantiasa harus diperuntukkan khusus
bagi setiap pengguna data selama durasi komunikasi (istilah teknisnya bersifat
dedicated), misalnya untuk SMS (Short Message Service) 9,6 kbps. Pendekatan
yang demikian ini (yang komunikasinya bersifat tersakelar rangkaian) pada
akhirnya menyebabkan reduksi atau pengurangan kapasitas sistem secara
keseluruhan dan memboroskan lebarpita. Kondisi ini mendorong naiknya biaya
operasi bagi operator jaringan yang pada gilirannya akan dibebankan kepada
pemakainya. Sementara itu, GPRS yang menggunakan teknologi tersakelar paket
(packet switching) memungkinkan semua pengguna dalam sebuah sel dapat berbagi
sumber-sumber yang sama; dengan kata lain para pelanggan menggunakan spektrum
radio hanya ketika benar-benar mentransmisikan data. Efisiensi penggunaan
spektrum pada akhirnya berarti kinerja yang lebih baik dan biaya yang lebih
rendah. GPRS dapat menawarkan laju data sampai 115 kbps atau lebih, dengan
menggabungkan kanal-kanal dan menggunakan teknologi penyandian yang baru.
Sebenarnya, GPRS memang tidak
menawarkan laju data tinggi yang memadai untuk multimedia nyata, namun secara
pasti merupakan kunci untuk menghilangkan beberapa batas pokok bagi pengayaan
layanan-layanan data bergerak. Faktor-faktor yang lainnya seperti
layanan-layanan dan aplikasi-aplikasi inovatif, terminal yang sudah akrab
bagi pengguna dan WAP untuk perbaikan hubungan dengan berbagai piranti
nirkabel, juga akan membantu evolusinya.
Secara rinci ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan bahwa GPRS merupakan teknologi kunci untuk data bergerak, yakni;
Secara rinci ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan bahwa GPRS merupakan teknologi kunci untuk data bergerak, yakni;
- mampu memanfaatkan kemampuan cakupan global yang dimiliki GSM
- memperkaya utiliti investasi untuk perangkat GSM yang sudah ada
- merupakan teknologi jembatan yang bagus menuju generasi ke 3
- menghilangkan atau mengurangi beberapa pembatas bagi akses data bergerak
- berbasis paket dan dengan demikian memenuhi lalu lintas data (yang lazimnya bersifat rentetan; burst) yang mampu memberi layanan pada banyak pengguna
- memiliki laju data sampai 115 kbps yang berarti dua kali lipat daripada koneksi 'dial up' 56 kbps yang berlaku
- menampakkan diri sebagai komunikasi yang 'selalu' terhubung sehingga memiliki waktu sesi hubungan yang pendek dan akses langsung ke internet
- menawarkan QoS (Quality of Service= kualitas layanan), mendukung adanya tundaan yang telah dispesifikasikan pada tingkat hak, mana yang akan didahulukan yang kriterianya berbeda-beda, serta berbagai kelas reliabilitas
- menawarkan kosep 'satu pipa paket bagi keduanya' yakni suara dan data, dengan demikian lebih baik dalam mendukung integrasi layanan
- menawarkan hubungan komunikasi dalam bentuk point to point atau multipoint
- memiliki keamanan yang sudah menjadi ciri bagi data yang terpaketisasi.
Karena GPRS berbasis paket, biaya atau tarif penggunaannya ditentukan oleh
banyaknya data yang yang ditransfer bukan berdasar waktu hubungannya. Ini
berarti cocok untuk layanan rentetan internet. GPRS memberikan transmisi data
pada laju kecepatan yang lebih dari cukup untuk sebagian besar aplikasi pasar
massal, misalnya:
- aplikasi kantor bergerak
- layanan atau penjualan di lapangan atau masyarakat
- layanan-layanan kelompok yang berbasis panggilan (contoh:
- informasi stok pasar)
- akses nirkabel ke basis-basis data
- akses intranet/internet bergerak
- e-commers (perbankan, titik-titik lokasi penjualan)
- pesan-pesan
- Pengaturan atau manajemen armada atau konvoi
- Informasi kepadatan lalu lintas, penuntun perjalanan/ sistem reservasi
- sistem keamanan
- Telemetri
- Highway charging system
Rat
·
Symptoms of attack:
1. Rats invade many variety of plants.
2. Attack in the nursery, the vegetative, generative period, harvest, storage area.
3. plant parts which is attack by rats are not just seeds - grains but also the young plant stem.
4. Rats make some hole in the rice field and often took refuge in the bush
1. Rats invade many variety of plants.
2. Attack in the nursery, the vegetative, generative period, harvest, storage area.
3. plant parts which is attack by rats are not just seeds - grains but also the young plant stem.
4. Rats make some hole in the rice field and often took refuge in the bush
· Control:
1. Cover the rat hole and catch the rat.
2. Using the natural enemy of mice, snakes.
3. Growing crops simultaneously in order to reap the same time anyway so there is no chance bigi rats to obtain food after crops are harvested.
4. Using a rodenticide (rat extermination) or by placing poisoned bait, which is sliced sweet potatoes or cassava that has been previously soaked with phosphorus.Poisoning should be before flowering and seed paddy. In addition the use of poison should be careful because too dangerous to livestock and humans.
1. Cover the rat hole and catch the rat.
2. Using the natural enemy of mice, snakes.
3. Growing crops simultaneously in order to reap the same time anyway so there is no chance bigi rats to obtain food after crops are harvested.
4. Using a rodenticide (rat extermination) or by placing poisoned bait, which is sliced sweet potatoes or cassava that has been previously soaked with phosphorus.Poisoning should be before flowering and seed paddy. In addition the use of poison should be careful because too dangerous to livestock and humans.
Diberdayakan oleh Blogger.
